Sabtu, 08 Desember 2018

TM12 Strategi Pembangunan RVSM, Sky Marshall dan Ecoairport

RVSM adalah singkatan dari Reduce Vertical Separation Minimal, adalah pengaturan pemisahan jarak vertikal antara pesawat dijalur yang sama. RVSM ini untuk pesawat jet jenis penumpang, termasuk penerbangan eksekutif dan pesawat cargo. Misalnya sebuah pesawat terbang ke arah barat di ketinggian FL 220 (22 ribu kaki) maka pesawat yang terbang ke arah timur bisa terbang di FL 210 (21 ribu kaki) atau FL 230 (23 ribu kaki). Tidak semua pesawat bisa melewati ruang udara RVSM begitu saja, harus ada 2 perjanjian yaitu untuk pesawat dan operator.

Sky Marshall, adalah sistem pengamanan dalam pesawat udara untuk melindungi dan menghindari dari aksi pembajakan pesawat terbang. Tugas seorang Sky Marshall tidaklah mudah dia harus menyamar sebagai penumpang atau apapun yang tidak mengundang kecurigaan para penumpang lainnya. Di beberapa negara besar sudah ada asosiasi yang menaungi keberadaan Sky Marshall, yaitu negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Kanada dan Jerman.

Ecoairport adalah Bandara ramah lingkungan untuk mengurangi emisi CO2 dari pesawat yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Dengan cara menanam pohon disekeliling bandara, membangun gedung yang ramah lingkungan, menggunakan pesawat keluaran terbaru, mengganti listrik dengan panel surya, dan menggunakan mobil-mobil yang berbahan bakar biofuel. Hal ini dapat berdampak baik bagi para penumpang domestik maupun internasional karena enak dipandang dan asri, sehingga mendapat nilai plus bagi bandara yang menerapkan ecoairport.












REFERENSI : Rpjp Dephub 2005-2025





Jumat, 30 November 2018

TM11 Sistranas Transportasi Rel

Kereta api merupakan moda transportasi yang hemat lahan, reendah polusi dan bersifat massal. Berikut adalah nama-nama perusahaan kereta api itu sendiri ada KCI, KAI, dan Raillink. Kereta commuter indonesia (KCI) adalah anak perusahaan dari PT. KAI tugas pokok dari KCI adalah menyelenggarakan jasa angkutan dengan menggunakan sarana kereta rel listrik diwilayah Jabodetabek. Kereta api indonesia (KAI) ini ingin menjadi penyedia jasa perkereta apian yang fokus pada pelayanan pelanggan. Raillink adalah anak perusahaan dari PT. KAi dan Angkasa Pura II yang menyediakan layanan transportasi kereta bandara.

Penggunaan commuter line ini sangat membantu kemacetan di kota-kota besar, banyak orang yang terbantu dengan adanya commuter line membuat mereka tidak telat bekerja ataupun kuliah. Commuter line juga memperhatikan kaum wanita dengan membuat gerbong khusus wanita. Dengan banyaknya stasiun di kota-kota besar ini memudahkan pengguna dalam menggunakan commuter line serta saling berdekatan dengan prasarana transportasi lainnya seperti halte dan terminal. Sedangkan penggunaan Kereta Api juga membantu orang-orang dalam berpergian yang jauh tanpa macet dan cukup murah juga. Namun tidak semua kota memiliki stasiun hanya kota-kota besar dan maju lah yang memiliki stasiun. Contohnya stasiun Poncol di Semarang ktuetika kita ingin ke bandara Ahmad Yani dari stasiun Poncol itu sangat mudah hanya naik bis dan memakan wak 15 menit saja.

KA bandara Kualanamu merupakan kereta bandara pertama diindonesia. KA bandara sangat membantu dan mempermudah hubungan transportasi antar moda. Dengan kehadiran KA bandara, Kualanamu memperoleh sertifikat bintang 4 oleh skytrack. Tak hanyan itu Raillink juga menghadirkan KA Bandara Soekarno Hatta yang akan melayani rute Manggarai sampai Bandara Soekarno Hatta sepanjang  36,3 km. Kereta bandara ini adalah inovasi untuk mengurangi keterlambatan jadwal penerbangan para penumpang. Contohnya di stasiun Batu Ceper Tangerang memiliki Stasiun Bandara yang hanya memakan waktu 13 menit saja untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta, stasiun Batu Ceper juga sangat dekat dengan Terminal Poris hanya 5 menit. Namun pembangunan jalan di stasiun Batu Ceper masih belum rampung.



     






Jumat, 23 November 2018

Sifat Kerugian Asuransi Laut ( General Average dan Particular Average)

Angkutan laut, dalam melakukan peningkatan dalam pelayaran nasional. General Average ( Kerugian Umum ) adalah suatu kerugian yang harus ditanggung oleh pihak-pihak yang terlibat. Particular Average ( Kerugian khusus sebagian ) adalah kerugian/kerusakan sebagian yang disebabkan oleh sesuatu bahaya yang dijamin dalam polis (accidental caused).
Kerugian tersebut dikelompokan dalam Particular Average apabila kerugian atau kerusakan tersebut hanya melibatkan Pemilik kapal saja atau Pemilik barang saja atau yang mempunyai kepentingan dalam uang tambang (Freight). Sedangkan General Average wajib membayar kontribusi untuk kerugian yang terjadi dalam General Average.
Comtoh kasus dari particular average Semua kerusakan dan kehilangan yang diderita kapal atau muatan karena taufn, penyerobotan, kecelakaan atau kandas dengan tak sengaja. Sedangkan contoh kasus general average Oleh harga barang, yang pada waktu terjadi kerugian, berada di kapal atau di kapal-kapal kecil atau kapal-kapal lain atau yang sebelum terjadi kecelakaan karena terpaksa dilempar ke laut dan diganti atau yang harus dijual untuk menutup biaya awar, disesuaikan dengan kurs setempat.














Jumat, 16 November 2018

TM9 Transportation Risk

    Resiko adalah bagian yang tak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Resiko dari transportasi itu sendiri cukup banyak mulai dari pencurian atau pembajakan barang, kerusuhan tenaga kerja, terorisme, serta ganguan alam misalnya angin topan. Resiko tersebut dapat menyebabkan terganggunya proses mengirim barang serta dapat mengancam keuangan perusahaan.
     Dalam pengiriman barang juga memiliki resiko ganguan dari saat dia meninggalkan origin hingga ke destination
  1. Gangguan Transportasi, peristiwa yang tidak dapat kita duga yang terjadi pecah aliran barang melalui aliran rantai pasok
  2. Resiko, hal yang tidak dapat kita duga yang berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan serta kerugian.
  3. Resiko Transportasi, peristiwa pergerakan barang yang dapat mempengaruhi potensi kinerja rantai pasok.
     Manajemen resiko transportasi merupakan bagian integral dari manajemen transportasi yang efektif dalam pengambilan keputusan yang rasional.  Manajemen resiko adalah proses menidentifikasi resiko, penyebab dan efeknya, serta kepemilikannya dengan tujuan meningkatkan pemahaman keseluruhan untuk mengelola, mengurangi, mengirim, atau menghilangkan ancaman terhadap kelancaran rantai pasok. Tujuan dari manajemen resiko itu sendiri adalah :
  • Menentukan tujuan utama dan ruang lingkup proses manajemen resiko
  • Identifikasi masalah melalui brainstorming terstruktur, pengumpulan data, dan wawancara
  • Menilai setiap resiko
  • Membandingkan resiko yang signifikan
     Tujuan-tujuan diatas harus melalui penerapan manajemen resiko 4 langkah. 1). identifikasi potensi ancaman dan gangguan yang rentan terhadap organisasi. 2). evaluasi dan prioritas resiko. 3). mengembangkan manajemen resiko proaktif dan strategi. 4). mempromosikan kontinuitas, kewaspadaan, dan peningkatan proses.













Transportation: A Supply Chain Perspective







Jumat, 09 November 2018

TM8 Sistem Transportasi Nasional

     Sistem Transportasi Nasional adalah segala sesuatu yang menunjang serta mendukung mobilitas kegiatan manusia dan mendukung pendistribusian barang dan jasa. Sistem Transportasi Nasional yang baik dapat mendukung pengembangan wilayah dan peningkatan hubungan internasional. Sistem Transportasi Nasional merupakan urat nadi bagi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan.
   Tujuan Sistem Transportasi Nasional adalah untuk kalayakan antara sarana dan prasarana transportasi. Serta meningkatkan keterpaduan antara intermoda transportasi disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, kemajuan teknologi, kebijakan tata ruang, dan kebijakan energi nasional.
       Fungsi Sistem Transportasi Nasional itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian penunjang serta bagian pendorong. Bagian penunjang yaitu memberikan jasa transportasi yang efektif dan efisien untuk memberikan nilai tambah pada industri jasa. Bagian pendorong yaitu menyediakan transportasi yang dapat menghubungkan daerah terpencil dengan daerah berkembang yang berada diluar wilayah, untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sinergis.
     Tataran Transportasi dibagi menjadi 3 yaitu Struktur ruang, Tataran transportasi, dan Jaringan transportasi. Struktur ruang wilayah nasional meliputi sistem pusat pemukiman nasional dan jaringan pusat nasional. Tataran transportasi dibagi menjadi 3 yaitu tataran transportasi nasional (TATRANAS), tataran transportasi wilayah (TATRAWIL), tataran transportasi lokal (TATRALOK). Jaringan transportasi itu dibagi menjadi 2 yaitu jaringan pelayanan dan jaringan prasarana, misalnya transportasi sungai dan danau jaringan pelayanan transportasi sungai dan danau untuk mengangkut penumpang dan barang dilakukan rute penyebrangan yang tetap dan teratur dan rute penyebrangan tidak tetap dan tidak teratur. Serta jaringan prasarananya berupa pelabuhan sungai dan danau, dan ruang lalulintas yang berwujud alur pelayaran.
     Arah perwujudan sistranas adalah untuk pedoma penyusunan pembangunan transportasi yang efektif dan efisien baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam pengembangan transportasi harus adanya keseimbangan dalam permintaan jasa transportasi dan penyedia jaringan prasarana dan pelayanan transportasi.




























REFERENSI : RPJP Dep.Hub
                        Permenhub 49 / 2005

Sabtu, 20 Oktober 2018

#TM7 201018 Rancangan Rute Peti Kemas

     Sebagai jaringan pengiriman kontainer telah menjadi komponen penting dalam rantai pasok global. Desain rute harus memperhitungkan faktor jalur laut (maritim) atau daratan. Pelabuhan telah berkembang tidak lagi antara tempat-tempat kargo dimulai atau selesai, tetapi telah menjadi arus kargo mulus dari produsen ke konsumen. Jaringan pelayanan harus ditempatkan dalam lingkup yang lebih luas, tidak hanya di transportasi laut tetapi juga dalam interaksi transportasi darat.
     Dalam pengiriman kontainer, operator harus bekerja dengan sejumlah besar pelanggan yang memiliki persyaratan yang berbeda mengenai asal / tujuan suatu barang, jenis kontainer, dan kendala waktu transit. Kontiner mengalir antar daerah pedalaman dikalsifikasikan dengan informasi mengenai jumlah TEU dan nilai-nilai kargo dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari model itu adalah untuk merancang tidak hanya layanan pengiriman yang optimal tetapi juga koneksi pedalaman yang optimal antara daerah pedalaman dan pelabuhan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan total cost yang terdiri dari biaya kapal, biaya pelabuhan, inventaris biaya, dan biaya CO2 (dihasilkan oleh operasi kapal dan pelabuhan, dan pedalaman / pengumpan angkutan.
     Desain rute dalam pengiriman kontainer adalah tugas yang menantang karena banyak kendala, serta tujuan yang saling bertentangan dari pemangku kepentingan yang berbeda. Artikel ini telah mangusulkan model untuk mengoptimalkan arus transportasi antara dua wilayah, dengan mempertimbangkan tidak hanya biaya pengiriman dan port, tetapi juga biaya pengiriman (biaya transportasi darat / pengumpan, biaya waktu kargo) dan masyarakat (biaya CO2). Untuk merancang jasa pengiriman, operator liner harus mempertimbangkan tidak hanya biaya mereka sendiri, tetapi juga biaya pelanggan mereka dan bahkan biaya masyarakat. Jika tidak layanan optimal mereka dalam rantai maritim dapat menjadi tidak optimal dengan keseluruhan rantai pasokan.























REFERENSI : Tran Hoasis & Buer, 207

Sabtu, 13 Oktober 2018

#TM6 13.10.18 SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

Penyelesaian proses logistik membutuhkan penggunaan berbagai fasilitas perusahaan (organisasional) dan para spesialis perantara (perusahaan pencari laba). Tujuannya adalah memilih kombinasi yang tepat dari fasilitas perusahaan dengan spesialis perantara itu untuk mencapai tujuan dengan total biaya yang rendah.
Ada 2 faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan saluran logistik.
  1. Perencanaan itu haruslah meliputi total saluran dan bukannya satu perusahaan saja.
  2. haruslah berhati-hati memilih spesialis perantara itu dengan melihat pada kompetisi logistik dan bukan kemampuan pemasaran saja.
  • Ruang lingkup perencanaan saluran
Beberapa masalah logistik yang sulit adalah masalah yang timbul dalam penanganan (handling) dan pengangkutan produk yang dikembalikan, mungkin karena rusak dalam pengiriman atau telat dalam pengiriman.
  • Pemilihan perantara
Suatu perantara pemasaran yang sangat efektif itu belum tentu merupakan perantara logistik yang efektif ataupun yang efisien.
  • Konsep pemisahan saluran
Saluran transaksi terdiri dari sekelompok perantara yang mengusahakan proses perdagangan. Saluran logistik terdiri dari jaringan para perantara yang meyelenggarakan fungsi penyesuaian, pemindahan, penyimpanan, penanganan, dan komunikasi.


  • Saling ketergantungan antara kegiatan transaksi dan logistik
Konsep pemisahan tidaklah bisa berdiri sendiri-sendiri. Keduannya adalah esinsil bagi proses pemasaran, alasan utama pemisahan antara transaksi dan logistik adalah karena meningkatkan kesempatan struktural untuk spesialisasi.






























Referensi :

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal









Jumat, 05 Oktober 2018

#TM.5 SABTU.061018. LOGISTICAL SYSTEM COMPONENTS

Komponen Sistem Logistik, ada 5 komponen untuk membentuk suatu sitem logistik yaitu :

  • Facility Location Structure
Pentingnya lokasi fasilitas untuk kinerja operasi. Jaringan fasilitas dari suatu perusahaan mewakili dimana lokasinya dan dimana bahan mentah dan produk dipindahkan.  Pemilihan suatu lokasi yang strategis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif yang besar.

  • Transportation
Ada 3 bentuk dalam transportasi, yaitu :
  1. Private, layanan transportasi yang telah kita beli untuk kebutuhan sendiri.
  2. Contract, layanan transportasi dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan kontak kerja sama
  3. Common, layanan transportasi pengangkut produk antar titik-titik pengiriman dengan harga yang dipublikasikan secara terbuka

Dari sudut pandang sistem logistik, ada 3 faktor yang sangat penting dalam menetapkan kapabilitas layanan transportasi, yaitu :
  1. Cost, biaya transportasi dalam kaitan total biaya
  2. Speed, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengiriman barang antara lokasi
  3. Consistency, konsisten dalam jadwal pengiriman
  • Inventory
Inventory memiliki 4 faktor sebagai berikut :
  1. Costumer qualities
  2. Product qualities
  3. Transport integration
  4. Competitor performance
  • Communication
Komikasi adalah kegiatan yang sering diabaikan dalam sistem logistik. Kesalahan dalam memberikan informasi dapat mengakibatkan masalah yang tak terhitung jumlahnya, kekurangan itu dibagi menjadi 2 kategori. Pertama, informasi yang diterima mungkin salah sehubung dengan trends dan event. Kedua, informasi mungkin tidak akurat sehubung dengan kebutuhan pelanggan tertentu.

  • Handling and Storage
Penanganan dan penyimpanan berhubungan langsung dengan semua aspek operasi. Melibatkan persediaan melalui aliran antara fasilitas dengan aliran seperti itu dimulai hanya sebagai tanggapan terhadap produk atau kebutuhan material.























REFERENSI:
Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal

Sabtu, 29 September 2018

#TM4 29.09.18 LOGISTICAL MANAGEMENT

Logistik menyediakan utilitas waktu dan tempat. Perhatian manajerial harus diarahkan pada design sistem logistik dan kemudian menuju ke pengoprasiannya itu adalah tanggung jawab dari manajemen logistik. Tujuan dari logistik adalah menekan biaya total pengeluaran dengan serendah mungkin. Manajer logistik memiliki tanggung jawab mendasar untuk merencanakan dan mengelola sistem operasi yang mampu mewujudkan tujuan ini.

  • Sebelum tahun 1950 (fragmentary)


Perusahaan melakukan proses manajemen logistik secara fragmentasi. Kelalaian dan perkembangan logistik yang terlambat dilakukan oleh dua kekuatan besar yaitu,

  1. Pertama, sebelum komputer yang umum dan teknik kuantitatif tersedia secara luas, tidak ada alasan untuk percaya bahwa keseluruhan kegiatan logistik yang terintegrasi akan meningkatkan kinerja dan tahun 1950 terjadi perubahan dalam dalam praktik manajemen logistik.
  2. Kedua, iklim ekonomi yang berubah-ubah dan bergejolak berkontribusi untuk memodifikasi praktik tradisional. Logistik terpadu menawarkan area subur untuk mewujudkan pengurangan biaya. 
  • 1956 ke 1965 (crystallization)
Periode tahun 1956 hingga 1965 adalah dekade dimana konsep logistik terpadu mengkristal setelah bertahun-tahun ketidakjelasan relatif. Empat perkembangan utama memadatkan kristalisasi ini,
  1. Pengembangan analisis biaya total
  2. Pengembangan pendekatan sistem
  3. Peningkatan perhatian untuk layanan pelanggan
  4. Perhatian yang direvisi terhadap pengaturan saluran distribusi
  • 1965 ke 1970 (a period of testing for relevancy)

Pada pertengahan 1960-an manajemen logistik telah menyediakan pendekatan perencanaan yang agak tersegmentasi. Periode 1965-1970 konsep logistik harus diuji dan hasilnya adalah bahwa manfaat yang diprediksi menjadi kenyataan, karena banyak perusahaan meminta untuk menerapkan logistik yang terintegrasi

  • 1970 ke 1978 (a period of changing priorities)

Tahun-tahun 1970-1978 merupakan periode ketidakpastian yang berkepanjangan di hampir setiap dimensi kegiatan perusahaan. untuk pertama kalinya sejak perang dunia ke 2, ketersediaan energi menjadi masalah yang sangat memprihatinkan. Dampak dari 8 tahun periode pada pengembangan logistik sangat signifikan. Perusahaan menjalankan program untuk mengatasi situasi yang selalu berubah ubah dengan cara pelayanan baik dan menjaga pasokan barang.

  • 1978 integrated Logistics
Manajemen logistik terpadu menyediakan logika seperti itu dan menjadi lebih umum untuk setidaknya 5 alasan,
  1. Ada banyak interdependensi antara kedua wilayah oprasional yang dapat dieksploitasi untuk keuntungan perusahaan
  2. Untuk mendukung logistik terintegrasi adalah konsep sempit distribusi fisik dan manajemen material menciptakan potensi terjadinya disfungsional
  3. Untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen material adalah bahwa persyaratan kontrol untuk setiap jenis oprasi serupa.
  4. Untuk integrasi oprasi logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa banyak perdagangan antara ekonomi manufaktur dan persyaratan pemasaran yang dapat direkonsiliasi oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik
  5. Ini mungkin alasan yang paling signifikan, untuk mengintegrasikan logistik adalah persyaratan misi logistik hari ini dan besok tidak lagi dapat dikalahkan oleh penyebaran teknologi perangkat keras murni
Sebagai hasil lima alasan diatas bahwa logistik telah dan akan terus dikelola menjadi terpadu.


  • 1978 hingga sekarang
Logistik dianggap suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi keunggulan kompetiitif yang didapat dilakukan oleh perusahaan. The triangular linkage of the company atau "Three C's" yaitu customers, competition dan company.

































Referensi :

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal.
http://www.ali.web.id/web2/publication_detail.php?id=506

Sabtu, 22 September 2018

ECONOMIC SIGNIFICANCE

Sistem transportasi memiliki dampak besar pada pola populasi dan pembangunan ekonomi perkotaan. Layanan transportasi kota adalah sistem pendukung kehidupan warga. Kota itu tidak bisa bertahan tanpa sistem transportasi, layanan transportasi menambah nilai barang yang dikirim.
Sistem transportasi membantu menentukan nilai ekonomi produk. Pertimbangan komoditas tertentu yang diinginkan di satu lokasi, asalkan ditawarkan dibawah harga tertentu.
Utilitas tempat, pengurangan biaya transportasi antara titik A dan B yang digambarkan diatas, memberikan utilitas tempat atau nilai tambah komoditas. Metode transportasi yang lebih efisien menciptakan utilitas tempat, karena barang sekarang bisa dijual dititik B dengan harga kompetitif.
Utilitas waktu, terkait erat dengan utilitas tempat. Jika suatu produk tiba dipasar saat kita tidak ada permintaan untuk itu, maka itu tidak memiliki nilai. Transportasi yang efektif dapat menciptakan utilitas waktu dengan memastikan bahwa produk berada dilokasi yang tepat ketika diperlukan.
Utilitas kuantitas, transportasi memberikan utilitas kuantitas barang melalui jaminan bahwa barang akan tiba tanpa kerusakan dalam jumlah yang tepat. Utilitas waktu dan kuantitas umumnya semakin penting ketika nilai barang meningkat karena biaya yang terkait dengan persediaan dan biaya persediaan.
Utilitas barang, transportasi menambah utilitas untuk barang karena sistem transportasi yang efisien mempromosikan spesialisasi geografis, produksi skala besar, peningkatan persaingan, peningkatan area pasar, dan peningkatan nilai lahan.
  • Spesialisasi geografis, setiap negara menghasilkan produk dan layanan bagi warganya dengan modal, tenaga kerja, dan bahan mentahnya.
  • Produksi skala besar,  atau sekala ekonomi, yang merupakan hasil dari operasi yang lebih efisien, namun tanpa transportasi yang efisien keuntungan dari skala ekonomi bisa hilang
  • Peningkatan persaingan, transportasi yang efisien juga dapat memberikan manfaat bagi konsumen dengan meningkatkan persaingan pasar.
  • Land values, perbaikan lahan akan menjadi mudah diakses dan berpotensi bermanfaat. Land value didalam kota ditingkatkan oleh pembagunan ekonomi. Transportasi juga bisa memberi dampak negatif pada land value, kebisingan dan polusi udara dapat menurunkan nilai lahan yang berdekatan.
























Kamis, 13 September 2018

SUPPLY CHAIN CONCEPT

     Supply Chain Management mulai menjadi tren selama tahun 1990-an dan terus menjadi titik penting untuk membuat perusahaan lebih kompetitif di pasar gobal. Supply Chain Management dapat dilihat sebagai saluran untuk aliran produk dan material yang efisien dan efektif. Layanan, Informasi, dan keuangan dari pemasok melalui berbagai organisasi langsung ke pelanggan. SCM adalah seni dan ilmu yang mengintegrasikan arus produk, informasi, dan keuangan melalui seluruh jalur pasokan dari pemasok-pemasok ke pelanggan-pelanggan.

     Pada dasarnya berarti bahwa Supply Chain perlu berfungsi seperti satu organisasi dalam memuaskan pelanggan akhir dengan memberikan hubungan harga yang sesuai untuk produk dipasar penting. Aliran atas, produk dan layanan tarkait, secara tradisional menjadi faktor penting logistik dan transportasi merupakan element penting dalam Supply Chain Management. Pelanggan menginginkan pesanan mereka tepat waktu dan bebas kerusakan dan transoptasi sangat penting untuk hasil ini. Aliran kedua yang ditunjukkan adalah arus informasi, menjadi faktor paling penting untuk keberhasilan Supply Chain Management. Informasi adalah pemicu atau sinyal untuk sistem Supply Chain Management untuk menanggapi pesanan pelanggan. Jika ada interval waktu yang panjang antara pesanan, anggota Supply Chain dihadapkan dengan ketidakpastian tentang tingkat dan pola permintaan potensial, yang biasanya menghasilkan persediaan yang lebih tinggi atau kehabisan persediaan, fenomena ini bisa disebut bull whip effect. Salah satu tujuan dari manajemen rantai pasok adalah untuk mengurangi bull whip effect. Aliran ketiga adalah keuangan, aliran ini adalah pembayaran untuk barang, jasa, dan pesanan yang diterima. Dampak utama kompresi Supply Chain dan waktu siklus pemesanan yang lebih cepat adalah arus kas yang lebih cepat. Pelanggan menerima pesanan lebih cepat, mereka ditagih dengan cepat, dan perusahaan dapat mengumpulkan lebih cepat. Supply Chain Management menyediakan oarganisasi untuk menigkatkan layanan pelanggan dan arus kas, dan pelayanan transportasi merupakan bagian penting dari persamaan ini. Pada akhirnya, pelanggan mengharapkan agar produk yang tepat dikirimkan di tempat yang tepat dalam jumlah yang tepat dalam kondisi yang tepat dengan biaya yang tepat, dan transportasi memaikan peran yang sangat penting ini untuk sitem yang baik.

Jumat, 07 September 2018

FREIGHT TRANSPORTATION

Freight Transportation

     Freight Transportation apa yang lebih dikenal dengan Transportasi Barang. Transportasi itu sendiri menurut ( Fidel Miro, 2005 ) usaha pemindahan atau pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya dengan menggunakan alat tertentu. Permintaan untuk transportasi barang biasanya tergantung pada permintaan produk di lokasi lain. Produksi massal dapat menciptakan kebutuhan untuk perluasan pasar di lokasi yang berbeda, sehingga menaikkan permintaan transportasi barang. Dampak biaya transportasi terhadap permintaan untuk suatu produk di lokasi tertentu disebut biaya pengiriman produk. Jika biaya pengiriman produk lebih rendah dari yg lain, biasanya akan ada permintaan untuk produk itu dan juga untuk transportasi dari produk itu dari titik asal. Misalnya pabrik sendal yang berada di Tangerang ingin bersaing dengan dengan produsen lokal yang ada di Jakarta. Agar pabrik sendal di Tangerang dapat bersaing, biaya produksi harus lebih rendah. Pabrik di Jakarta membuat sandal Rp. 50.000 per sendal, sedangkan pabrik di Tangerang Rp. 40.000 per sandal karena kelebihannya dalam produktivitas tenaga kerja. Selama biaya transportasi per sandal dari Tangerang ke Jakarta kurang dari Rp.10.000, pembuat sandal di Tangerang akan memiliki keuntungan biaya pengiriman dan permintaan sandal di Jakarta dengan syarat kualitasnya sama dengan produksi yg di Jakarta.

Macam-macam Freight Transportation

     Air Freight, adalah kategori pengiriman barang yang sebagian besarnya menggunakan mode udara dan menawarkan pilihan dalam kecepatan pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
     Ocean Freight, mencakup berbagai jenis peralatan dan layanan konsolidasi, sehingga barang akan sampai tepat waktu dengan biaya yang hemat.
     Road & Rail Freight, adalah transportasi yang sering digunakan dalam pengiriman barang karena sifatnya yang fleksibel dan efisien.
     Intermodal & Multimodal, kombinasi yang paling efisien dari beberapa moda transportasi, mengoptimalkan lead time, megurangi biaya, dan menjaga tingkat biaya pengiriman terkendali. Kombinasi ini menghasilkan peningkatan kelestarian lingkungan karena mengurangi jejak karbon transportasi.