Jumat, 30 November 2018

TM11 Sistranas Transportasi Rel

Kereta api merupakan moda transportasi yang hemat lahan, reendah polusi dan bersifat massal. Berikut adalah nama-nama perusahaan kereta api itu sendiri ada KCI, KAI, dan Raillink. Kereta commuter indonesia (KCI) adalah anak perusahaan dari PT. KAI tugas pokok dari KCI adalah menyelenggarakan jasa angkutan dengan menggunakan sarana kereta rel listrik diwilayah Jabodetabek. Kereta api indonesia (KAI) ini ingin menjadi penyedia jasa perkereta apian yang fokus pada pelayanan pelanggan. Raillink adalah anak perusahaan dari PT. KAi dan Angkasa Pura II yang menyediakan layanan transportasi kereta bandara.

Penggunaan commuter line ini sangat membantu kemacetan di kota-kota besar, banyak orang yang terbantu dengan adanya commuter line membuat mereka tidak telat bekerja ataupun kuliah. Commuter line juga memperhatikan kaum wanita dengan membuat gerbong khusus wanita. Dengan banyaknya stasiun di kota-kota besar ini memudahkan pengguna dalam menggunakan commuter line serta saling berdekatan dengan prasarana transportasi lainnya seperti halte dan terminal. Sedangkan penggunaan Kereta Api juga membantu orang-orang dalam berpergian yang jauh tanpa macet dan cukup murah juga. Namun tidak semua kota memiliki stasiun hanya kota-kota besar dan maju lah yang memiliki stasiun. Contohnya stasiun Poncol di Semarang ktuetika kita ingin ke bandara Ahmad Yani dari stasiun Poncol itu sangat mudah hanya naik bis dan memakan wak 15 menit saja.

KA bandara Kualanamu merupakan kereta bandara pertama diindonesia. KA bandara sangat membantu dan mempermudah hubungan transportasi antar moda. Dengan kehadiran KA bandara, Kualanamu memperoleh sertifikat bintang 4 oleh skytrack. Tak hanyan itu Raillink juga menghadirkan KA Bandara Soekarno Hatta yang akan melayani rute Manggarai sampai Bandara Soekarno Hatta sepanjang  36,3 km. Kereta bandara ini adalah inovasi untuk mengurangi keterlambatan jadwal penerbangan para penumpang. Contohnya di stasiun Batu Ceper Tangerang memiliki Stasiun Bandara yang hanya memakan waktu 13 menit saja untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta, stasiun Batu Ceper juga sangat dekat dengan Terminal Poris hanya 5 menit. Namun pembangunan jalan di stasiun Batu Ceper masih belum rampung.



     






Jumat, 23 November 2018

Sifat Kerugian Asuransi Laut ( General Average dan Particular Average)

Angkutan laut, dalam melakukan peningkatan dalam pelayaran nasional. General Average ( Kerugian Umum ) adalah suatu kerugian yang harus ditanggung oleh pihak-pihak yang terlibat. Particular Average ( Kerugian khusus sebagian ) adalah kerugian/kerusakan sebagian yang disebabkan oleh sesuatu bahaya yang dijamin dalam polis (accidental caused).
Kerugian tersebut dikelompokan dalam Particular Average apabila kerugian atau kerusakan tersebut hanya melibatkan Pemilik kapal saja atau Pemilik barang saja atau yang mempunyai kepentingan dalam uang tambang (Freight). Sedangkan General Average wajib membayar kontribusi untuk kerugian yang terjadi dalam General Average.
Comtoh kasus dari particular average Semua kerusakan dan kehilangan yang diderita kapal atau muatan karena taufn, penyerobotan, kecelakaan atau kandas dengan tak sengaja. Sedangkan contoh kasus general average Oleh harga barang, yang pada waktu terjadi kerugian, berada di kapal atau di kapal-kapal kecil atau kapal-kapal lain atau yang sebelum terjadi kecelakaan karena terpaksa dilempar ke laut dan diganti atau yang harus dijual untuk menutup biaya awar, disesuaikan dengan kurs setempat.














Jumat, 16 November 2018

TM9 Transportation Risk

    Resiko adalah bagian yang tak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Resiko dari transportasi itu sendiri cukup banyak mulai dari pencurian atau pembajakan barang, kerusuhan tenaga kerja, terorisme, serta ganguan alam misalnya angin topan. Resiko tersebut dapat menyebabkan terganggunya proses mengirim barang serta dapat mengancam keuangan perusahaan.
     Dalam pengiriman barang juga memiliki resiko ganguan dari saat dia meninggalkan origin hingga ke destination
  1. Gangguan Transportasi, peristiwa yang tidak dapat kita duga yang terjadi pecah aliran barang melalui aliran rantai pasok
  2. Resiko, hal yang tidak dapat kita duga yang berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan serta kerugian.
  3. Resiko Transportasi, peristiwa pergerakan barang yang dapat mempengaruhi potensi kinerja rantai pasok.
     Manajemen resiko transportasi merupakan bagian integral dari manajemen transportasi yang efektif dalam pengambilan keputusan yang rasional.  Manajemen resiko adalah proses menidentifikasi resiko, penyebab dan efeknya, serta kepemilikannya dengan tujuan meningkatkan pemahaman keseluruhan untuk mengelola, mengurangi, mengirim, atau menghilangkan ancaman terhadap kelancaran rantai pasok. Tujuan dari manajemen resiko itu sendiri adalah :
  • Menentukan tujuan utama dan ruang lingkup proses manajemen resiko
  • Identifikasi masalah melalui brainstorming terstruktur, pengumpulan data, dan wawancara
  • Menilai setiap resiko
  • Membandingkan resiko yang signifikan
     Tujuan-tujuan diatas harus melalui penerapan manajemen resiko 4 langkah. 1). identifikasi potensi ancaman dan gangguan yang rentan terhadap organisasi. 2). evaluasi dan prioritas resiko. 3). mengembangkan manajemen resiko proaktif dan strategi. 4). mempromosikan kontinuitas, kewaspadaan, dan peningkatan proses.













Transportation: A Supply Chain Perspective







Jumat, 09 November 2018

TM8 Sistem Transportasi Nasional

     Sistem Transportasi Nasional adalah segala sesuatu yang menunjang serta mendukung mobilitas kegiatan manusia dan mendukung pendistribusian barang dan jasa. Sistem Transportasi Nasional yang baik dapat mendukung pengembangan wilayah dan peningkatan hubungan internasional. Sistem Transportasi Nasional merupakan urat nadi bagi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan.
   Tujuan Sistem Transportasi Nasional adalah untuk kalayakan antara sarana dan prasarana transportasi. Serta meningkatkan keterpaduan antara intermoda transportasi disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, kemajuan teknologi, kebijakan tata ruang, dan kebijakan energi nasional.
       Fungsi Sistem Transportasi Nasional itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian penunjang serta bagian pendorong. Bagian penunjang yaitu memberikan jasa transportasi yang efektif dan efisien untuk memberikan nilai tambah pada industri jasa. Bagian pendorong yaitu menyediakan transportasi yang dapat menghubungkan daerah terpencil dengan daerah berkembang yang berada diluar wilayah, untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sinergis.
     Tataran Transportasi dibagi menjadi 3 yaitu Struktur ruang, Tataran transportasi, dan Jaringan transportasi. Struktur ruang wilayah nasional meliputi sistem pusat pemukiman nasional dan jaringan pusat nasional. Tataran transportasi dibagi menjadi 3 yaitu tataran transportasi nasional (TATRANAS), tataran transportasi wilayah (TATRAWIL), tataran transportasi lokal (TATRALOK). Jaringan transportasi itu dibagi menjadi 2 yaitu jaringan pelayanan dan jaringan prasarana, misalnya transportasi sungai dan danau jaringan pelayanan transportasi sungai dan danau untuk mengangkut penumpang dan barang dilakukan rute penyebrangan yang tetap dan teratur dan rute penyebrangan tidak tetap dan tidak teratur. Serta jaringan prasarananya berupa pelabuhan sungai dan danau, dan ruang lalulintas yang berwujud alur pelayaran.
     Arah perwujudan sistranas adalah untuk pedoma penyusunan pembangunan transportasi yang efektif dan efisien baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam pengembangan transportasi harus adanya keseimbangan dalam permintaan jasa transportasi dan penyedia jaringan prasarana dan pelayanan transportasi.




























REFERENSI : RPJP Dep.Hub
                        Permenhub 49 / 2005