Sabtu, 29 September 2018

#TM4 29.09.18 LOGISTICAL MANAGEMENT

Logistik menyediakan utilitas waktu dan tempat. Perhatian manajerial harus diarahkan pada design sistem logistik dan kemudian menuju ke pengoprasiannya itu adalah tanggung jawab dari manajemen logistik. Tujuan dari logistik adalah menekan biaya total pengeluaran dengan serendah mungkin. Manajer logistik memiliki tanggung jawab mendasar untuk merencanakan dan mengelola sistem operasi yang mampu mewujudkan tujuan ini.

  • Sebelum tahun 1950 (fragmentary)


Perusahaan melakukan proses manajemen logistik secara fragmentasi. Kelalaian dan perkembangan logistik yang terlambat dilakukan oleh dua kekuatan besar yaitu,

  1. Pertama, sebelum komputer yang umum dan teknik kuantitatif tersedia secara luas, tidak ada alasan untuk percaya bahwa keseluruhan kegiatan logistik yang terintegrasi akan meningkatkan kinerja dan tahun 1950 terjadi perubahan dalam dalam praktik manajemen logistik.
  2. Kedua, iklim ekonomi yang berubah-ubah dan bergejolak berkontribusi untuk memodifikasi praktik tradisional. Logistik terpadu menawarkan area subur untuk mewujudkan pengurangan biaya. 
  • 1956 ke 1965 (crystallization)
Periode tahun 1956 hingga 1965 adalah dekade dimana konsep logistik terpadu mengkristal setelah bertahun-tahun ketidakjelasan relatif. Empat perkembangan utama memadatkan kristalisasi ini,
  1. Pengembangan analisis biaya total
  2. Pengembangan pendekatan sistem
  3. Peningkatan perhatian untuk layanan pelanggan
  4. Perhatian yang direvisi terhadap pengaturan saluran distribusi
  • 1965 ke 1970 (a period of testing for relevancy)

Pada pertengahan 1960-an manajemen logistik telah menyediakan pendekatan perencanaan yang agak tersegmentasi. Periode 1965-1970 konsep logistik harus diuji dan hasilnya adalah bahwa manfaat yang diprediksi menjadi kenyataan, karena banyak perusahaan meminta untuk menerapkan logistik yang terintegrasi

  • 1970 ke 1978 (a period of changing priorities)

Tahun-tahun 1970-1978 merupakan periode ketidakpastian yang berkepanjangan di hampir setiap dimensi kegiatan perusahaan. untuk pertama kalinya sejak perang dunia ke 2, ketersediaan energi menjadi masalah yang sangat memprihatinkan. Dampak dari 8 tahun periode pada pengembangan logistik sangat signifikan. Perusahaan menjalankan program untuk mengatasi situasi yang selalu berubah ubah dengan cara pelayanan baik dan menjaga pasokan barang.

  • 1978 integrated Logistics
Manajemen logistik terpadu menyediakan logika seperti itu dan menjadi lebih umum untuk setidaknya 5 alasan,
  1. Ada banyak interdependensi antara kedua wilayah oprasional yang dapat dieksploitasi untuk keuntungan perusahaan
  2. Untuk mendukung logistik terintegrasi adalah konsep sempit distribusi fisik dan manajemen material menciptakan potensi terjadinya disfungsional
  3. Untuk mengintegrasikan kegiatan distribusi fisik dan manajemen material adalah bahwa persyaratan kontrol untuk setiap jenis oprasi serupa.
  4. Untuk integrasi oprasi logistik adalah peningkatan kesadaran bahwa banyak perdagangan antara ekonomi manufaktur dan persyaratan pemasaran yang dapat direkonsiliasi oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik
  5. Ini mungkin alasan yang paling signifikan, untuk mengintegrasikan logistik adalah persyaratan misi logistik hari ini dan besok tidak lagi dapat dikalahkan oleh penyebaran teknologi perangkat keras murni
Sebagai hasil lima alasan diatas bahwa logistik telah dan akan terus dikelola menjadi terpadu.


  • 1978 hingga sekarang
Logistik dianggap suatu proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi keunggulan kompetiitif yang didapat dilakukan oleh perusahaan. The triangular linkage of the company atau "Three C's" yaitu customers, competition dan company.

































Referensi :

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal.
http://www.ali.web.id/web2/publication_detail.php?id=506

Sabtu, 22 September 2018

ECONOMIC SIGNIFICANCE

Sistem transportasi memiliki dampak besar pada pola populasi dan pembangunan ekonomi perkotaan. Layanan transportasi kota adalah sistem pendukung kehidupan warga. Kota itu tidak bisa bertahan tanpa sistem transportasi, layanan transportasi menambah nilai barang yang dikirim.
Sistem transportasi membantu menentukan nilai ekonomi produk. Pertimbangan komoditas tertentu yang diinginkan di satu lokasi, asalkan ditawarkan dibawah harga tertentu.
Utilitas tempat, pengurangan biaya transportasi antara titik A dan B yang digambarkan diatas, memberikan utilitas tempat atau nilai tambah komoditas. Metode transportasi yang lebih efisien menciptakan utilitas tempat, karena barang sekarang bisa dijual dititik B dengan harga kompetitif.
Utilitas waktu, terkait erat dengan utilitas tempat. Jika suatu produk tiba dipasar saat kita tidak ada permintaan untuk itu, maka itu tidak memiliki nilai. Transportasi yang efektif dapat menciptakan utilitas waktu dengan memastikan bahwa produk berada dilokasi yang tepat ketika diperlukan.
Utilitas kuantitas, transportasi memberikan utilitas kuantitas barang melalui jaminan bahwa barang akan tiba tanpa kerusakan dalam jumlah yang tepat. Utilitas waktu dan kuantitas umumnya semakin penting ketika nilai barang meningkat karena biaya yang terkait dengan persediaan dan biaya persediaan.
Utilitas barang, transportasi menambah utilitas untuk barang karena sistem transportasi yang efisien mempromosikan spesialisasi geografis, produksi skala besar, peningkatan persaingan, peningkatan area pasar, dan peningkatan nilai lahan.
  • Spesialisasi geografis, setiap negara menghasilkan produk dan layanan bagi warganya dengan modal, tenaga kerja, dan bahan mentahnya.
  • Produksi skala besar,  atau sekala ekonomi, yang merupakan hasil dari operasi yang lebih efisien, namun tanpa transportasi yang efisien keuntungan dari skala ekonomi bisa hilang
  • Peningkatan persaingan, transportasi yang efisien juga dapat memberikan manfaat bagi konsumen dengan meningkatkan persaingan pasar.
  • Land values, perbaikan lahan akan menjadi mudah diakses dan berpotensi bermanfaat. Land value didalam kota ditingkatkan oleh pembagunan ekonomi. Transportasi juga bisa memberi dampak negatif pada land value, kebisingan dan polusi udara dapat menurunkan nilai lahan yang berdekatan.
























Kamis, 13 September 2018

SUPPLY CHAIN CONCEPT

     Supply Chain Management mulai menjadi tren selama tahun 1990-an dan terus menjadi titik penting untuk membuat perusahaan lebih kompetitif di pasar gobal. Supply Chain Management dapat dilihat sebagai saluran untuk aliran produk dan material yang efisien dan efektif. Layanan, Informasi, dan keuangan dari pemasok melalui berbagai organisasi langsung ke pelanggan. SCM adalah seni dan ilmu yang mengintegrasikan arus produk, informasi, dan keuangan melalui seluruh jalur pasokan dari pemasok-pemasok ke pelanggan-pelanggan.

     Pada dasarnya berarti bahwa Supply Chain perlu berfungsi seperti satu organisasi dalam memuaskan pelanggan akhir dengan memberikan hubungan harga yang sesuai untuk produk dipasar penting. Aliran atas, produk dan layanan tarkait, secara tradisional menjadi faktor penting logistik dan transportasi merupakan element penting dalam Supply Chain Management. Pelanggan menginginkan pesanan mereka tepat waktu dan bebas kerusakan dan transoptasi sangat penting untuk hasil ini. Aliran kedua yang ditunjukkan adalah arus informasi, menjadi faktor paling penting untuk keberhasilan Supply Chain Management. Informasi adalah pemicu atau sinyal untuk sistem Supply Chain Management untuk menanggapi pesanan pelanggan. Jika ada interval waktu yang panjang antara pesanan, anggota Supply Chain dihadapkan dengan ketidakpastian tentang tingkat dan pola permintaan potensial, yang biasanya menghasilkan persediaan yang lebih tinggi atau kehabisan persediaan, fenomena ini bisa disebut bull whip effect. Salah satu tujuan dari manajemen rantai pasok adalah untuk mengurangi bull whip effect. Aliran ketiga adalah keuangan, aliran ini adalah pembayaran untuk barang, jasa, dan pesanan yang diterima. Dampak utama kompresi Supply Chain dan waktu siklus pemesanan yang lebih cepat adalah arus kas yang lebih cepat. Pelanggan menerima pesanan lebih cepat, mereka ditagih dengan cepat, dan perusahaan dapat mengumpulkan lebih cepat. Supply Chain Management menyediakan oarganisasi untuk menigkatkan layanan pelanggan dan arus kas, dan pelayanan transportasi merupakan bagian penting dari persamaan ini. Pada akhirnya, pelanggan mengharapkan agar produk yang tepat dikirimkan di tempat yang tepat dalam jumlah yang tepat dalam kondisi yang tepat dengan biaya yang tepat, dan transportasi memaikan peran yang sangat penting ini untuk sitem yang baik.

Jumat, 07 September 2018

FREIGHT TRANSPORTATION

Freight Transportation

     Freight Transportation apa yang lebih dikenal dengan Transportasi Barang. Transportasi itu sendiri menurut ( Fidel Miro, 2005 ) usaha pemindahan atau pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya dengan menggunakan alat tertentu. Permintaan untuk transportasi barang biasanya tergantung pada permintaan produk di lokasi lain. Produksi massal dapat menciptakan kebutuhan untuk perluasan pasar di lokasi yang berbeda, sehingga menaikkan permintaan transportasi barang. Dampak biaya transportasi terhadap permintaan untuk suatu produk di lokasi tertentu disebut biaya pengiriman produk. Jika biaya pengiriman produk lebih rendah dari yg lain, biasanya akan ada permintaan untuk produk itu dan juga untuk transportasi dari produk itu dari titik asal. Misalnya pabrik sendal yang berada di Tangerang ingin bersaing dengan dengan produsen lokal yang ada di Jakarta. Agar pabrik sendal di Tangerang dapat bersaing, biaya produksi harus lebih rendah. Pabrik di Jakarta membuat sandal Rp. 50.000 per sendal, sedangkan pabrik di Tangerang Rp. 40.000 per sandal karena kelebihannya dalam produktivitas tenaga kerja. Selama biaya transportasi per sandal dari Tangerang ke Jakarta kurang dari Rp.10.000, pembuat sandal di Tangerang akan memiliki keuntungan biaya pengiriman dan permintaan sandal di Jakarta dengan syarat kualitasnya sama dengan produksi yg di Jakarta.

Macam-macam Freight Transportation

     Air Freight, adalah kategori pengiriman barang yang sebagian besarnya menggunakan mode udara dan menawarkan pilihan dalam kecepatan pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
     Ocean Freight, mencakup berbagai jenis peralatan dan layanan konsolidasi, sehingga barang akan sampai tepat waktu dengan biaya yang hemat.
     Road & Rail Freight, adalah transportasi yang sering digunakan dalam pengiriman barang karena sifatnya yang fleksibel dan efisien.
     Intermodal & Multimodal, kombinasi yang paling efisien dari beberapa moda transportasi, mengoptimalkan lead time, megurangi biaya, dan menjaga tingkat biaya pengiriman terkendali. Kombinasi ini menghasilkan peningkatan kelestarian lingkungan karena mengurangi jejak karbon transportasi.