Sabtu, 20 Oktober 2018

#TM7 201018 Rancangan Rute Peti Kemas

     Sebagai jaringan pengiriman kontainer telah menjadi komponen penting dalam rantai pasok global. Desain rute harus memperhitungkan faktor jalur laut (maritim) atau daratan. Pelabuhan telah berkembang tidak lagi antara tempat-tempat kargo dimulai atau selesai, tetapi telah menjadi arus kargo mulus dari produsen ke konsumen. Jaringan pelayanan harus ditempatkan dalam lingkup yang lebih luas, tidak hanya di transportasi laut tetapi juga dalam interaksi transportasi darat.
     Dalam pengiriman kontainer, operator harus bekerja dengan sejumlah besar pelanggan yang memiliki persyaratan yang berbeda mengenai asal / tujuan suatu barang, jenis kontainer, dan kendala waktu transit. Kontiner mengalir antar daerah pedalaman dikalsifikasikan dengan informasi mengenai jumlah TEU dan nilai-nilai kargo dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari model itu adalah untuk merancang tidak hanya layanan pengiriman yang optimal tetapi juga koneksi pedalaman yang optimal antara daerah pedalaman dan pelabuhan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan total cost yang terdiri dari biaya kapal, biaya pelabuhan, inventaris biaya, dan biaya CO2 (dihasilkan oleh operasi kapal dan pelabuhan, dan pedalaman / pengumpan angkutan.
     Desain rute dalam pengiriman kontainer adalah tugas yang menantang karena banyak kendala, serta tujuan yang saling bertentangan dari pemangku kepentingan yang berbeda. Artikel ini telah mangusulkan model untuk mengoptimalkan arus transportasi antara dua wilayah, dengan mempertimbangkan tidak hanya biaya pengiriman dan port, tetapi juga biaya pengiriman (biaya transportasi darat / pengumpan, biaya waktu kargo) dan masyarakat (biaya CO2). Untuk merancang jasa pengiriman, operator liner harus mempertimbangkan tidak hanya biaya mereka sendiri, tetapi juga biaya pelanggan mereka dan bahkan biaya masyarakat. Jika tidak layanan optimal mereka dalam rantai maritim dapat menjadi tidak optimal dengan keseluruhan rantai pasokan.























REFERENSI : Tran Hoasis & Buer, 207

Sabtu, 13 Oktober 2018

#TM6 13.10.18 SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

Penyelesaian proses logistik membutuhkan penggunaan berbagai fasilitas perusahaan (organisasional) dan para spesialis perantara (perusahaan pencari laba). Tujuannya adalah memilih kombinasi yang tepat dari fasilitas perusahaan dengan spesialis perantara itu untuk mencapai tujuan dengan total biaya yang rendah.
Ada 2 faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan saluran logistik.
  1. Perencanaan itu haruslah meliputi total saluran dan bukannya satu perusahaan saja.
  2. haruslah berhati-hati memilih spesialis perantara itu dengan melihat pada kompetisi logistik dan bukan kemampuan pemasaran saja.
  • Ruang lingkup perencanaan saluran
Beberapa masalah logistik yang sulit adalah masalah yang timbul dalam penanganan (handling) dan pengangkutan produk yang dikembalikan, mungkin karena rusak dalam pengiriman atau telat dalam pengiriman.
  • Pemilihan perantara
Suatu perantara pemasaran yang sangat efektif itu belum tentu merupakan perantara logistik yang efektif ataupun yang efisien.
  • Konsep pemisahan saluran
Saluran transaksi terdiri dari sekelompok perantara yang mengusahakan proses perdagangan. Saluran logistik terdiri dari jaringan para perantara yang meyelenggarakan fungsi penyesuaian, pemindahan, penyimpanan, penanganan, dan komunikasi.


  • Saling ketergantungan antara kegiatan transaksi dan logistik
Konsep pemisahan tidaklah bisa berdiri sendiri-sendiri. Keduannya adalah esinsil bagi proses pemasaran, alasan utama pemisahan antara transaksi dan logistik adalah karena meningkatkan kesempatan struktural untuk spesialisasi.






























Referensi :

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal









Jumat, 05 Oktober 2018

#TM.5 SABTU.061018. LOGISTICAL SYSTEM COMPONENTS

Komponen Sistem Logistik, ada 5 komponen untuk membentuk suatu sitem logistik yaitu :

  • Facility Location Structure
Pentingnya lokasi fasilitas untuk kinerja operasi. Jaringan fasilitas dari suatu perusahaan mewakili dimana lokasinya dan dimana bahan mentah dan produk dipindahkan.  Pemilihan suatu lokasi yang strategis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif yang besar.

  • Transportation
Ada 3 bentuk dalam transportasi, yaitu :
  1. Private, layanan transportasi yang telah kita beli untuk kebutuhan sendiri.
  2. Contract, layanan transportasi dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan kontak kerja sama
  3. Common, layanan transportasi pengangkut produk antar titik-titik pengiriman dengan harga yang dipublikasikan secara terbuka

Dari sudut pandang sistem logistik, ada 3 faktor yang sangat penting dalam menetapkan kapabilitas layanan transportasi, yaitu :
  1. Cost, biaya transportasi dalam kaitan total biaya
  2. Speed, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengiriman barang antara lokasi
  3. Consistency, konsisten dalam jadwal pengiriman
  • Inventory
Inventory memiliki 4 faktor sebagai berikut :
  1. Costumer qualities
  2. Product qualities
  3. Transport integration
  4. Competitor performance
  • Communication
Komikasi adalah kegiatan yang sering diabaikan dalam sistem logistik. Kesalahan dalam memberikan informasi dapat mengakibatkan masalah yang tak terhitung jumlahnya, kekurangan itu dibagi menjadi 2 kategori. Pertama, informasi yang diterima mungkin salah sehubung dengan trends dan event. Kedua, informasi mungkin tidak akurat sehubung dengan kebutuhan pelanggan tertentu.

  • Handling and Storage
Penanganan dan penyimpanan berhubungan langsung dengan semua aspek operasi. Melibatkan persediaan melalui aliran antara fasilitas dengan aliran seperti itu dimulai hanya sebagai tanggapan terhadap produk atau kebutuhan material.























REFERENSI:
Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal