Sabtu, 08 Desember 2018

TM12 Strategi Pembangunan RVSM, Sky Marshall dan Ecoairport

RVSM adalah singkatan dari Reduce Vertical Separation Minimal, adalah pengaturan pemisahan jarak vertikal antara pesawat dijalur yang sama. RVSM ini untuk pesawat jet jenis penumpang, termasuk penerbangan eksekutif dan pesawat cargo. Misalnya sebuah pesawat terbang ke arah barat di ketinggian FL 220 (22 ribu kaki) maka pesawat yang terbang ke arah timur bisa terbang di FL 210 (21 ribu kaki) atau FL 230 (23 ribu kaki). Tidak semua pesawat bisa melewati ruang udara RVSM begitu saja, harus ada 2 perjanjian yaitu untuk pesawat dan operator.

Sky Marshall, adalah sistem pengamanan dalam pesawat udara untuk melindungi dan menghindari dari aksi pembajakan pesawat terbang. Tugas seorang Sky Marshall tidaklah mudah dia harus menyamar sebagai penumpang atau apapun yang tidak mengundang kecurigaan para penumpang lainnya. Di beberapa negara besar sudah ada asosiasi yang menaungi keberadaan Sky Marshall, yaitu negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Kanada dan Jerman.

Ecoairport adalah Bandara ramah lingkungan untuk mengurangi emisi CO2 dari pesawat yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Dengan cara menanam pohon disekeliling bandara, membangun gedung yang ramah lingkungan, menggunakan pesawat keluaran terbaru, mengganti listrik dengan panel surya, dan menggunakan mobil-mobil yang berbahan bakar biofuel. Hal ini dapat berdampak baik bagi para penumpang domestik maupun internasional karena enak dipandang dan asri, sehingga mendapat nilai plus bagi bandara yang menerapkan ecoairport.












REFERENSI : Rpjp Dephub 2005-2025





Jumat, 30 November 2018

TM11 Sistranas Transportasi Rel

Kereta api merupakan moda transportasi yang hemat lahan, reendah polusi dan bersifat massal. Berikut adalah nama-nama perusahaan kereta api itu sendiri ada KCI, KAI, dan Raillink. Kereta commuter indonesia (KCI) adalah anak perusahaan dari PT. KAI tugas pokok dari KCI adalah menyelenggarakan jasa angkutan dengan menggunakan sarana kereta rel listrik diwilayah Jabodetabek. Kereta api indonesia (KAI) ini ingin menjadi penyedia jasa perkereta apian yang fokus pada pelayanan pelanggan. Raillink adalah anak perusahaan dari PT. KAi dan Angkasa Pura II yang menyediakan layanan transportasi kereta bandara.

Penggunaan commuter line ini sangat membantu kemacetan di kota-kota besar, banyak orang yang terbantu dengan adanya commuter line membuat mereka tidak telat bekerja ataupun kuliah. Commuter line juga memperhatikan kaum wanita dengan membuat gerbong khusus wanita. Dengan banyaknya stasiun di kota-kota besar ini memudahkan pengguna dalam menggunakan commuter line serta saling berdekatan dengan prasarana transportasi lainnya seperti halte dan terminal. Sedangkan penggunaan Kereta Api juga membantu orang-orang dalam berpergian yang jauh tanpa macet dan cukup murah juga. Namun tidak semua kota memiliki stasiun hanya kota-kota besar dan maju lah yang memiliki stasiun. Contohnya stasiun Poncol di Semarang ktuetika kita ingin ke bandara Ahmad Yani dari stasiun Poncol itu sangat mudah hanya naik bis dan memakan wak 15 menit saja.

KA bandara Kualanamu merupakan kereta bandara pertama diindonesia. KA bandara sangat membantu dan mempermudah hubungan transportasi antar moda. Dengan kehadiran KA bandara, Kualanamu memperoleh sertifikat bintang 4 oleh skytrack. Tak hanyan itu Raillink juga menghadirkan KA Bandara Soekarno Hatta yang akan melayani rute Manggarai sampai Bandara Soekarno Hatta sepanjang  36,3 km. Kereta bandara ini adalah inovasi untuk mengurangi keterlambatan jadwal penerbangan para penumpang. Contohnya di stasiun Batu Ceper Tangerang memiliki Stasiun Bandara yang hanya memakan waktu 13 menit saja untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta, stasiun Batu Ceper juga sangat dekat dengan Terminal Poris hanya 5 menit. Namun pembangunan jalan di stasiun Batu Ceper masih belum rampung.



     






Jumat, 23 November 2018

Sifat Kerugian Asuransi Laut ( General Average dan Particular Average)

Angkutan laut, dalam melakukan peningkatan dalam pelayaran nasional. General Average ( Kerugian Umum ) adalah suatu kerugian yang harus ditanggung oleh pihak-pihak yang terlibat. Particular Average ( Kerugian khusus sebagian ) adalah kerugian/kerusakan sebagian yang disebabkan oleh sesuatu bahaya yang dijamin dalam polis (accidental caused).
Kerugian tersebut dikelompokan dalam Particular Average apabila kerugian atau kerusakan tersebut hanya melibatkan Pemilik kapal saja atau Pemilik barang saja atau yang mempunyai kepentingan dalam uang tambang (Freight). Sedangkan General Average wajib membayar kontribusi untuk kerugian yang terjadi dalam General Average.
Comtoh kasus dari particular average Semua kerusakan dan kehilangan yang diderita kapal atau muatan karena taufn, penyerobotan, kecelakaan atau kandas dengan tak sengaja. Sedangkan contoh kasus general average Oleh harga barang, yang pada waktu terjadi kerugian, berada di kapal atau di kapal-kapal kecil atau kapal-kapal lain atau yang sebelum terjadi kecelakaan karena terpaksa dilempar ke laut dan diganti atau yang harus dijual untuk menutup biaya awar, disesuaikan dengan kurs setempat.














Jumat, 16 November 2018

TM9 Transportation Risk

    Resiko adalah bagian yang tak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Resiko dari transportasi itu sendiri cukup banyak mulai dari pencurian atau pembajakan barang, kerusuhan tenaga kerja, terorisme, serta ganguan alam misalnya angin topan. Resiko tersebut dapat menyebabkan terganggunya proses mengirim barang serta dapat mengancam keuangan perusahaan.
     Dalam pengiriman barang juga memiliki resiko ganguan dari saat dia meninggalkan origin hingga ke destination
  1. Gangguan Transportasi, peristiwa yang tidak dapat kita duga yang terjadi pecah aliran barang melalui aliran rantai pasok
  2. Resiko, hal yang tidak dapat kita duga yang berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan serta kerugian.
  3. Resiko Transportasi, peristiwa pergerakan barang yang dapat mempengaruhi potensi kinerja rantai pasok.
     Manajemen resiko transportasi merupakan bagian integral dari manajemen transportasi yang efektif dalam pengambilan keputusan yang rasional.  Manajemen resiko adalah proses menidentifikasi resiko, penyebab dan efeknya, serta kepemilikannya dengan tujuan meningkatkan pemahaman keseluruhan untuk mengelola, mengurangi, mengirim, atau menghilangkan ancaman terhadap kelancaran rantai pasok. Tujuan dari manajemen resiko itu sendiri adalah :
  • Menentukan tujuan utama dan ruang lingkup proses manajemen resiko
  • Identifikasi masalah melalui brainstorming terstruktur, pengumpulan data, dan wawancara
  • Menilai setiap resiko
  • Membandingkan resiko yang signifikan
     Tujuan-tujuan diatas harus melalui penerapan manajemen resiko 4 langkah. 1). identifikasi potensi ancaman dan gangguan yang rentan terhadap organisasi. 2). evaluasi dan prioritas resiko. 3). mengembangkan manajemen resiko proaktif dan strategi. 4). mempromosikan kontinuitas, kewaspadaan, dan peningkatan proses.













Transportation: A Supply Chain Perspective







Jumat, 09 November 2018

TM8 Sistem Transportasi Nasional

     Sistem Transportasi Nasional adalah segala sesuatu yang menunjang serta mendukung mobilitas kegiatan manusia dan mendukung pendistribusian barang dan jasa. Sistem Transportasi Nasional yang baik dapat mendukung pengembangan wilayah dan peningkatan hubungan internasional. Sistem Transportasi Nasional merupakan urat nadi bagi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan.
   Tujuan Sistem Transportasi Nasional adalah untuk kalayakan antara sarana dan prasarana transportasi. Serta meningkatkan keterpaduan antara intermoda transportasi disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, kemajuan teknologi, kebijakan tata ruang, dan kebijakan energi nasional.
       Fungsi Sistem Transportasi Nasional itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian penunjang serta bagian pendorong. Bagian penunjang yaitu memberikan jasa transportasi yang efektif dan efisien untuk memberikan nilai tambah pada industri jasa. Bagian pendorong yaitu menyediakan transportasi yang dapat menghubungkan daerah terpencil dengan daerah berkembang yang berada diluar wilayah, untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sinergis.
     Tataran Transportasi dibagi menjadi 3 yaitu Struktur ruang, Tataran transportasi, dan Jaringan transportasi. Struktur ruang wilayah nasional meliputi sistem pusat pemukiman nasional dan jaringan pusat nasional. Tataran transportasi dibagi menjadi 3 yaitu tataran transportasi nasional (TATRANAS), tataran transportasi wilayah (TATRAWIL), tataran transportasi lokal (TATRALOK). Jaringan transportasi itu dibagi menjadi 2 yaitu jaringan pelayanan dan jaringan prasarana, misalnya transportasi sungai dan danau jaringan pelayanan transportasi sungai dan danau untuk mengangkut penumpang dan barang dilakukan rute penyebrangan yang tetap dan teratur dan rute penyebrangan tidak tetap dan tidak teratur. Serta jaringan prasarananya berupa pelabuhan sungai dan danau, dan ruang lalulintas yang berwujud alur pelayaran.
     Arah perwujudan sistranas adalah untuk pedoma penyusunan pembangunan transportasi yang efektif dan efisien baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam pengembangan transportasi harus adanya keseimbangan dalam permintaan jasa transportasi dan penyedia jaringan prasarana dan pelayanan transportasi.




























REFERENSI : RPJP Dep.Hub
                        Permenhub 49 / 2005

Sabtu, 20 Oktober 2018

#TM7 201018 Rancangan Rute Peti Kemas

     Sebagai jaringan pengiriman kontainer telah menjadi komponen penting dalam rantai pasok global. Desain rute harus memperhitungkan faktor jalur laut (maritim) atau daratan. Pelabuhan telah berkembang tidak lagi antara tempat-tempat kargo dimulai atau selesai, tetapi telah menjadi arus kargo mulus dari produsen ke konsumen. Jaringan pelayanan harus ditempatkan dalam lingkup yang lebih luas, tidak hanya di transportasi laut tetapi juga dalam interaksi transportasi darat.
     Dalam pengiriman kontainer, operator harus bekerja dengan sejumlah besar pelanggan yang memiliki persyaratan yang berbeda mengenai asal / tujuan suatu barang, jenis kontainer, dan kendala waktu transit. Kontiner mengalir antar daerah pedalaman dikalsifikasikan dengan informasi mengenai jumlah TEU dan nilai-nilai kargo dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari model itu adalah untuk merancang tidak hanya layanan pengiriman yang optimal tetapi juga koneksi pedalaman yang optimal antara daerah pedalaman dan pelabuhan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan total cost yang terdiri dari biaya kapal, biaya pelabuhan, inventaris biaya, dan biaya CO2 (dihasilkan oleh operasi kapal dan pelabuhan, dan pedalaman / pengumpan angkutan.
     Desain rute dalam pengiriman kontainer adalah tugas yang menantang karena banyak kendala, serta tujuan yang saling bertentangan dari pemangku kepentingan yang berbeda. Artikel ini telah mangusulkan model untuk mengoptimalkan arus transportasi antara dua wilayah, dengan mempertimbangkan tidak hanya biaya pengiriman dan port, tetapi juga biaya pengiriman (biaya transportasi darat / pengumpan, biaya waktu kargo) dan masyarakat (biaya CO2). Untuk merancang jasa pengiriman, operator liner harus mempertimbangkan tidak hanya biaya mereka sendiri, tetapi juga biaya pelanggan mereka dan bahkan biaya masyarakat. Jika tidak layanan optimal mereka dalam rantai maritim dapat menjadi tidak optimal dengan keseluruhan rantai pasokan.























REFERENSI : Tran Hoasis & Buer, 207

Sabtu, 13 Oktober 2018

#TM6 13.10.18 SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

SALURAN DISTRIBUSI & JENIS BARANG

Penyelesaian proses logistik membutuhkan penggunaan berbagai fasilitas perusahaan (organisasional) dan para spesialis perantara (perusahaan pencari laba). Tujuannya adalah memilih kombinasi yang tepat dari fasilitas perusahaan dengan spesialis perantara itu untuk mencapai tujuan dengan total biaya yang rendah.
Ada 2 faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan saluran logistik.
  1. Perencanaan itu haruslah meliputi total saluran dan bukannya satu perusahaan saja.
  2. haruslah berhati-hati memilih spesialis perantara itu dengan melihat pada kompetisi logistik dan bukan kemampuan pemasaran saja.
  • Ruang lingkup perencanaan saluran
Beberapa masalah logistik yang sulit adalah masalah yang timbul dalam penanganan (handling) dan pengangkutan produk yang dikembalikan, mungkin karena rusak dalam pengiriman atau telat dalam pengiriman.
  • Pemilihan perantara
Suatu perantara pemasaran yang sangat efektif itu belum tentu merupakan perantara logistik yang efektif ataupun yang efisien.
  • Konsep pemisahan saluran
Saluran transaksi terdiri dari sekelompok perantara yang mengusahakan proses perdagangan. Saluran logistik terdiri dari jaringan para perantara yang meyelenggarakan fungsi penyesuaian, pemindahan, penyimpanan, penanganan, dan komunikasi.


  • Saling ketergantungan antara kegiatan transaksi dan logistik
Konsep pemisahan tidaklah bisa berdiri sendiri-sendiri. Keduannya adalah esinsil bagi proses pemasaran, alasan utama pemisahan antara transaksi dan logistik adalah karena meningkatkan kesempatan struktural untuk spesialisasi.






























Referensi :

Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management : A Systems Integration Of Physical Distribution management and materials management New York : Collier Macmilla Internatimal