Jumat, 16 November 2018

TM9 Transportation Risk

    Resiko adalah bagian yang tak akan lepas dari kehidupan sehari-hari. Resiko dari transportasi itu sendiri cukup banyak mulai dari pencurian atau pembajakan barang, kerusuhan tenaga kerja, terorisme, serta ganguan alam misalnya angin topan. Resiko tersebut dapat menyebabkan terganggunya proses mengirim barang serta dapat mengancam keuangan perusahaan.
     Dalam pengiriman barang juga memiliki resiko ganguan dari saat dia meninggalkan origin hingga ke destination
  1. Gangguan Transportasi, peristiwa yang tidak dapat kita duga yang terjadi pecah aliran barang melalui aliran rantai pasok
  2. Resiko, hal yang tidak dapat kita duga yang berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan serta kerugian.
  3. Resiko Transportasi, peristiwa pergerakan barang yang dapat mempengaruhi potensi kinerja rantai pasok.
     Manajemen resiko transportasi merupakan bagian integral dari manajemen transportasi yang efektif dalam pengambilan keputusan yang rasional.  Manajemen resiko adalah proses menidentifikasi resiko, penyebab dan efeknya, serta kepemilikannya dengan tujuan meningkatkan pemahaman keseluruhan untuk mengelola, mengurangi, mengirim, atau menghilangkan ancaman terhadap kelancaran rantai pasok. Tujuan dari manajemen resiko itu sendiri adalah :
  • Menentukan tujuan utama dan ruang lingkup proses manajemen resiko
  • Identifikasi masalah melalui brainstorming terstruktur, pengumpulan data, dan wawancara
  • Menilai setiap resiko
  • Membandingkan resiko yang signifikan
     Tujuan-tujuan diatas harus melalui penerapan manajemen resiko 4 langkah. 1). identifikasi potensi ancaman dan gangguan yang rentan terhadap organisasi. 2). evaluasi dan prioritas resiko. 3). mengembangkan manajemen resiko proaktif dan strategi. 4). mempromosikan kontinuitas, kewaspadaan, dan peningkatan proses.













Transportation: A Supply Chain Perspective







Tidak ada komentar:

Posting Komentar