Sistem Transportasi Nasional adalah segala sesuatu yang menunjang serta mendukung mobilitas kegiatan manusia dan mendukung pendistribusian barang dan jasa. Sistem Transportasi Nasional yang baik dapat mendukung pengembangan wilayah dan peningkatan hubungan internasional. Sistem Transportasi Nasional merupakan urat nadi bagi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan.
Tujuan Sistem Transportasi Nasional adalah untuk kalayakan antara sarana dan prasarana transportasi. Serta meningkatkan keterpaduan antara intermoda transportasi disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, kemajuan teknologi, kebijakan tata ruang, dan kebijakan energi nasional.
Fungsi Sistem Transportasi Nasional itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian penunjang serta bagian pendorong. Bagian penunjang yaitu memberikan jasa transportasi yang efektif dan efisien untuk memberikan nilai tambah pada industri jasa. Bagian pendorong yaitu menyediakan transportasi yang dapat menghubungkan daerah terpencil dengan daerah berkembang yang berada diluar wilayah, untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sinergis.
Tataran Transportasi dibagi menjadi 3 yaitu Struktur ruang, Tataran transportasi, dan Jaringan transportasi. Struktur ruang wilayah nasional meliputi sistem pusat pemukiman nasional dan jaringan pusat nasional. Tataran transportasi dibagi menjadi 3 yaitu tataran transportasi nasional (TATRANAS), tataran transportasi wilayah (TATRAWIL), tataran transportasi lokal (TATRALOK). Jaringan transportasi itu dibagi menjadi 2 yaitu jaringan pelayanan dan jaringan prasarana, misalnya transportasi sungai dan danau jaringan pelayanan transportasi sungai dan danau untuk mengangkut penumpang dan barang dilakukan rute penyebrangan yang tetap dan teratur dan rute penyebrangan tidak tetap dan tidak teratur. Serta jaringan prasarananya berupa pelabuhan sungai dan danau, dan ruang lalulintas yang berwujud alur pelayaran.
Arah perwujudan sistranas adalah untuk pedoma penyusunan pembangunan transportasi yang efektif dan efisien baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam pengembangan transportasi harus adanya keseimbangan dalam permintaan jasa transportasi dan penyedia jaringan prasarana dan pelayanan transportasi.
REFERENSI : RPJP Dep.Hub
Permenhub 49 / 2005
Tataran Transportasi dibagi menjadi 3 yaitu Struktur ruang, Tataran transportasi, dan Jaringan transportasi. Struktur ruang wilayah nasional meliputi sistem pusat pemukiman nasional dan jaringan pusat nasional. Tataran transportasi dibagi menjadi 3 yaitu tataran transportasi nasional (TATRANAS), tataran transportasi wilayah (TATRAWIL), tataran transportasi lokal (TATRALOK). Jaringan transportasi itu dibagi menjadi 2 yaitu jaringan pelayanan dan jaringan prasarana, misalnya transportasi sungai dan danau jaringan pelayanan transportasi sungai dan danau untuk mengangkut penumpang dan barang dilakukan rute penyebrangan yang tetap dan teratur dan rute penyebrangan tidak tetap dan tidak teratur. Serta jaringan prasarananya berupa pelabuhan sungai dan danau, dan ruang lalulintas yang berwujud alur pelayaran.
Arah perwujudan sistranas adalah untuk pedoma penyusunan pembangunan transportasi yang efektif dan efisien baik jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam pengembangan transportasi harus adanya keseimbangan dalam permintaan jasa transportasi dan penyedia jaringan prasarana dan pelayanan transportasi.
REFERENSI : RPJP Dep.Hub
Permenhub 49 / 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar